iklan

peluang usaha

Sabtu, 17 April 2010

Lima Kepingan Koin

Alkisah di suatu tempat terjadi sebuah banjir bandang yang meluluh lantakkan semua yang ada.Setiap manusia berteriak minta tolong.Semua sibuk menyelamatkan diri masing-masing.Apapun yang ada dijadikan pegangan guna menyelamatkan diri dari banjir bandang tersebut. Terlihat di kejauhan di atap sebuah rumah,seorang tua berpakain serba putih sedang khusuk berdoa.Ia adalah alim ulama terpandang ditempat tersebut.Sementara dari kejauhan yang lain ada seorang muda terengah-engah memegang balok kayu besar mencoba bertahan dari arus.ia melihat orang tua tadi."Wahai orang tua!,naiklah kebalok kayu ini,air bah akan datang,atap rumahmu akan tenggelam" teriaknya. "Jangan takut anak muda,Tuhan akan menolongku," balas sang ulama. Lewatlah anak muda dengan balok kayu dari hadapan ulama itu.Tak lama ada tiga orang yang berbeda usia yang mengapung-apung di atas kasur busa yang nyaris tenggelam.Mereka juga berkata,"Wahai kakek!,naiklah kesini." Dan ulama itu menjawab hak yang sama seperti halnya ke anak muda dengan balok kayu. Beberapa jam kemudian datanglah sebuah perahu karet dan tim SAR untuk menyelamatkan ulama tua tersebut.ulama tadi masih menjawab hal yang sama,"Jangan hawatir,Tuhan akan menolongku!".Lewat sudah perahu karet.Tak lama kemudian sebuah iring-iringan perahu yang lebih besar lagi datang berisi tim SAR yang lebih banyak.Mereka setengah memaksa ulama untuk ikut mereka karena air bah sudah sangat dekat dengan mereka. Dan seperti biasa,ulama menjawab Tuhan akan menolongnya karena dia adalah ulama.Air bah sudah sangat dekat sekali ke ulama tersebut.Deru baling-baling helikopter mendekati atap rumahnya.Sejumlah tim menjulurkan tali untuk menyelamatkan sang ulama.Lalu ulama menjerit kepada mereka,"Tak usah kau berikan aku tali itu,aku tak perlu!! Aku sangat yakin bahwa Tuhan akan menolongku! Pergi saja kalian!" Dalam sebuah berita nasional tempat bermukim ulama tersebut sudah menjadi lautan air bah.ulama itu meninggal karena air bah. Di akhirat,malaikat mulai mengumpulkan manusia untuk dibagi menjadi dua bagian.Seperti yang kita ketahui,yang satu menuju neraka,yang lain ke syurga .Diantara rombongan keneraka terdapatlah sang ulama tadi.Loh mengapa??Dia kan ulama? Ulama protes,"Tuhan,mengapa aku ikut rombongan ini?Seperti yang Kau ketahui,selama di dunia aku selalu beribadah kepada-Mu".Lalu tuhan menjawab "Kau bukan termasuk hamba-Ku yang bersyukur". 'mengapa',tanya ulama Masihkah kau ingat detik engkau dicabut nyawa di musibah air bah itu?". 'masih' jawab sang ulama. 'tapi aku yakin bahwa Engkau akan menolongku' tambahnya. "Aku sudah menolongmu duhai ulama,kau kira pemuda dengan balok kayu itu apa? Tiga orang diatas kasur busa? Perahu karet,rombongan perahu yang lebih besar,dan terakhir hekikopter itu apa?? Tersentaklah sang ulama.

Tidak ada komentar: